Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan

Senin, November 19, 2012

Data Pengguna Internet 2012

|0 komentar
Setiap tahun sama seperti tahun lalu, MarkPlus Insight selalu merilis data tentang penggunaan Internet di Indonesia. Kesimpulan yang diambil oleh laporan ini adalah jumlah pengguna Internet di Indonesia per akhir tahun 2012 mencapai 61,08 juta orang. Angka tersebut naik sekitar 10% ketimbang tahun 2011. Dibanding total populasi, penetrasi pengguna Internet mencapai 23,5%.

Bagaimana metode yang digunakan oleh MarkPlus Insight untuk memperoleh perhitungan ini? MarkPlus Insight melakukan survei terhadap 2151 orang yang berusia 15-64 tahun dengan strata sosial ABC dan bertempat tinggal di 11 kota besar di Indonesia. Survei juga dilakukan untuk menemukan behaviors yang muncul di antara para pengguna Internet ini.

Temuan yang layak untuk ditelaah lebih lanjut:

40% dari pengguna Internet di Indonesia (24,2 juta orang) mengakses Internet lebih dari 3 jam setiap harinya
58 juta orang (95%) mengakses Internet dari notebook, netbook, tablet dan perangkat seluler
Komunitas terbesar pengguna Internet didominasi oleh kalangan middle class
Mayoritas pengguna Internet di Indonesia berada di rentang usia 15-35 tahun
56,4% termasuk “bargain hunter” — yang rela berjam-jam berselancar di Internet untuk mencari informasi dan penawaran terbaik tentang kebutuhannya
3,7 juta orang (6%) pernah melakukan transaksi e-commerce
budget rata-rata pembelian secara online adalah Rp 150 ribu


Tentu saja temuan-temuan ini belum tentu 100% akurat karena merupakan proses perhitungan berdasarkan survei. Meskipun demikian, menurut saya ada yang lebih penting dari sekedar mendebatkan validitas angka ini. Hal yang lebih penting ini adalah bagaimana memanfaatkan jumlah pengguna yang masif di Indonesia untuk memberikan hasil yang produktif, yaitu selain mendatangkan devisa juga menghasilkan ide dan kolaborasi positif demi kemajuan bangsa.
Diskon




sumber :  dailysocial.net
penulis : amir karimuddin

Rabu, Agustus 15, 2012

Berjuta Cara Evan Williams Hasilkan Uang Lewat Twitter

|0 komentar
Pendiri Twitter, Evan Williams, pekan lalu menutup Web 2.0 Summitdi San Francisco dengan berbicara terus terang tentang bisnisnya.Secara tegas dia mengatakan layanan microblogging memiliki rencana masa depan yang menguntungkan.
Pada tahun 2004, Majalah PC Magazine menganugerahkan "People of the Year" kepada Evan Williams bersama teman-teman yang ada di blogger, meski pada tahun yang sama Evan Williams keluar dari google dan membuat perusahaan sendiri, yaitu Twitter, layanan jejaring sosial yang saat ini sedang naik daun.

Tahun ini Williams memang berbicara banyak di forum tahunan itu, berbeda dengan tahun sebelumnya yang pelit ngomong. Sampai- sampai, moderator pada konferensi tersebut, John Battelle, menggarisbawahi bahwa Williams “telah memulai menjawab setiap pertanyaan yang muncul”.

Williams mengakui, dirinya butuh waktu untuk mengenal dan mempromosikan tren tweet, yang berfungsi sebagai iklan. Selain itu, dia menganggap perusahaan-perusahaan memiliki alasan untuk berhati- hati jika akan melakukannya.

”Kita tidak bisa meletakkan sesuatu di hadapan seseorang jika mereka tidak peduli dengan hal itu karena tidak semua hal akan bekerja sebagaimana promosinya. Tapi sekarang, tren kenaikan percakapan tentang sebuah topik mencapai 3–6 kali,” ujar Williams seperti dikutip CNNMoney.
Namun, pria kelahiran 31 Maret 1972 itu tidak mau berkomentar banyak mengenai angka-angka atau nilai dolar secara spesifik terkait proyeknya di masa mendatang. Dia hanya menegaskan bahwa perhitungannya cukup baik pada produk yang dipromosikan dan membuat sebagian besar pengiklan kembali menggunakan medianya.

”Ada berjuta cara untuk menghasilkan uang lewat Twitter. Saya yakin kami akan mencobanya lagi,” ujar William.
William sadar, untuk bersaing di bisnis internet, pihaknya harus selalu membuat inovasi. Maka, dia pun bersama timnya melakukan pengembangan berupa peluncuran ”New Twitter” pada musim panas lalu.

Salah satu inovasi yang diusungnya adalah dengan membuat tata letak dan fitur sosial seperti ”Who to Follow”.
”Kami sedang berada pada periode transisi sebelumnya, kami hanya mempunyai sangat sedikit waktu untuk melakukan peningkatan produk. Itulah mengapa kami harus menggunakan semua waktu yang kami miliki,”ujar Williams.
Dia menambahkan, sudah memperoleh poin bahwa perusahaannya memiliki waktu dan sumber daya untuk melakukan sejumlah peningkatan tahun ini. Williams yang sebelumnya bekerja pada perusahaan pengelola software, Pyra Labs, mengakui jika dia sendiri sudah mengalami masa transisi di Twitter.

Hal itu ditunjukkan dengan diserahkannya jabatan chief executive officer (CEO) di Twitter kepada mantan chief operation officer (COO)-nya Dick Costolo. Ini dilakukan dengan alasan agar dia lebih fokus pada produk dan desain Twitter.
“Menjadi CEO di perusahaan swasta, lalu mengambil sesuatu yang berisiko bagi perusahaan adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan,” ujarnya.
Transisi Twitter juga melibatkan kemitraan dengan perusahaan teknologi lainnya. Tahun lalu, Twitter membuat kesepakatan untuk memasukkan alirannya ke mesin pencari Google dan Bing dari Microsoft. Williams menuturkan, seiring dengan semakin banyaknya permintaan untuk data, Twitter diklaim telah melebihi kapasitas. Akhirnya, Twitter pun menandatangani kesepakatan dengan Gnip untuk menjual sebagian dari data ”firehose” di Twitter. (fn/ok/aa) Sumber : suaramedia.com